Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi

Selamat Hari Pendidikan Nasional 2021!

Gambar
 

Cerita Semu IV

Masih tentang kita Tetapi, kapalku sudah berbeda Arah berlayarku pun lain Penumpang pun berubah Kita dengan sebuah kapal baru 'Kan terus berlayar Aku dan kamu punya cita Berbagai rintang pun ada Entah itu badai Entah itu ombak yang kuat Ataupun kebocoran diberbagai sudut Walau seringkali pikir kita beda Bersama kita mufakati Kearah mana kita 'kan melaju 'Tak lupa dengan segenap doa Sebab, segala sesuatu hanya diri-Nya yang meridhoi Kelak kisah semuku menjadi nyata Harapku dan harapmu semoga diridhoi-Nya RJM, 2 Juli 2019 Depok

Fatamorgana Kemerdekaan Diri

Gambar
Kemerdekaan tercipta karena sebuah perjuangan! Sebagai bagian dari para pemuda Indonesia... Aku harus berjuang terutama memerdekakan diri sendiri... Dengan berjuang menuntaskan ketidaktahuan yang positif... Berproses bersama permasalahan... Mencari solusi tak hanya berkicau... Banyak cara untuk berbakti pada Ibu Pertiwi... Salah satunya adalah menolak kebodohan menghampiri... Berkawan positif tanpa membeda-bedakan... Berdiskusi akan hal kecil yang berdampak besar... Aku hanya sebuah insan... Menatap fatamorgana kemerdekaan diri... Berlari lalu tersandung, terus menerus berputar... Sebuah proses menatap kemerdekaan diri yang akan tetap fatamorgana... Sebab, diri ini tidak boleh berpuas hati... Menikmati fatamorgana kemerdekaan diri sebagai proses pembelajaran... Hingga akhir raga ini tak berkutik lagi... RJM Depok, 17 Agustus 2018

Cerita Semu III

Gambar
Narasi tentang kita.. Masih melanglang.. Narasi tentang kita.. Mencipta kenangan.. Walau ego masih melekat Walau waktu sempat hanya sesaat Walau kita belum "terikat" Skenario terbaik 'kan tetap ditulis oleh-Nya Kini, waktu terus melesat.. Tak dipungkiri umur kita kian bertambah.. Tak dipungkiri umur kita pun berkurang.. Lamun, kita harus tetap berlayar.. Kadang iri menghantui kita Kerap rindu menghampiri Bahagia beriringan dengan kesal Tetapi, itulah sebuah rasa.. Mengerti sesama Saling mempercayai Saling mendoakan Adalah cara berdekap "bersama" Aku hanya dapat bersyukur Berdoa... Agar segala cita 'kau terpenuhi Agar 'kau selalu sehat Tetap.. Harap 'ku kisah semu ini.. Kelak kan menjadi nyata.. Semoga diridhoi oleh-Nya.. #RJM Jakarta-Depok 2 September 2017

SEMANGAT

Gambar
Satu kata namun, teramat bermakna.. Satu kata namun, teramat bermanfaat.. Kata yang dapat menggugah hati.. Kata yang membuat diri berkobar.. Sadar kala melihat atau mendengarnya Ego terlibas karenanya Maha dahsyat akibat darinya Adakala hadir tak terduga Nalar semakin kuat bersamanya Gagal, mencoba lagi.. Aduhai.... Semangat.. Tetaplah membersamai kami.. RJM DEPOK, 20 JULI 2017

MENCURI ITU BAIK(?)

Gambar
Mencuri itu mengambil sesuatu yang dimiliki seseorang tanpa diketahui oleh pemiliknya. Kata mencuri memiliki konotasi negatif. Sudah melekat dalam benak kita jika seseorang yang mencuri itu buruk.  Karena mencuri itu sangatlah egois, menjadikan sesuatu yang dimiliki orang lain menjadi milik diri kita. Tetapi, dalam benakku terdapat ‘Mencuri’ yang baik. Terpikirkan ketika aku memasuki bangku kuliah, mengadakan diskusi, membuat sebuah forum. Apakah mencuri yang baik itu?  Mencuri ilmu, menurutku ini adalah mencuri yang baik. Sebab, ilmu yang terdapat di dunia ini begitu luas. Kita dapat mencuri ilmu-ilmu yang memang dirasa belum memiliki atau menguasai dari apapun itu. Baik sesama manusia, hewan, tumbuhan, bahkan benda mati sekalipun kita dapat mencurinya. Sadar atau tidak sadar sarana untuk mencari ilmu begitu luas jika kita mau mencarinya. Bagaimana cara kita mencarinya? Bagiku, cukup dengan memperhatikan sesuatu apapun itu yang bermanfaat untuk diri kita. Salah sat...

Senyuman Alam

Gambar
Kejenuhan mengindahkan hati Pikiran berputar-putar dikepala Ingin seperti ini harus begitu Ingin begitu harus begini Ketenangan memudar luntur Lantar bisingnya kotaku Alamnya tak lagi riang Terhampas diubah gedung Hari ini ditengah malam Suara jangkrik dikotaku Tenggelam oleh suara letusan Letusan yang menghambur uang                                           Ketenangan merambah kesekujur Lantar heningnya desaku Alam disekeliling tersenyum Menari-nari bersama hempasan angin Hari ini ditengah malam Begitu tenang desaku Burung hantu bernyanyi Bersahutan dengan jangkrik Bersyukur.. Alam di negeriku.. Masih banyak yang tersenyum Mereka menciptakan kebahagian RJM Cilacap 1 Januari 2017

Senyum Salam Sapa

Gambar
Sedikit gerak bermakna banyak Ego pun terkikis Nurani bertunas perlahan Yakin, petaka tak 'kan berbuah Ukir ceria antara kita Merekahlah... Sejak sekolah dasar t'lah diajarkan Agar rasa damai nan hormat tercipta Lantunan kata menyentuh hati Alangkah menguntungkan kelak Mudah rasanya bila sudah terbiasa Senyum, salam, dan sapa Amat indah hidup ini apabila.. Prosesnya bermekaran dimana-mana Adab asli pribumi RJM Depok, 23 Desember 2016 Image from Google

Sajak Cinta (PTIKREG'12)

Gambar
Segelintir insan cendekia bersua Meniti jalannya masing-masing Ada yang mengemas dengan sederhana Ada pula mengemasnya sedemikian unik Ditahun ini dibulan ini Euforia kehidupan tersematkan Tidak sebahagian tetapi kami yang merasakan Walau hanya sebagian besar yang melaksanakan Nyatanya roda kehidupan terus berputar Berhenti jika nikmat ini diangkat oleh-Nya Selamat untuk keluarga pembelajar yang t'lah menuntaskan Sukses di pelabuhan berikutnya kawan Pelabuhan kehidupan teramat banyak kawan Perlahan, secara formal kami terpisahkan Tetapi, kenangan menyatukan Kelak, kembali bersua Bersyukur cara terbaik menyikapinya Ingatlah diri-Nya Ingatlah orang tua Ingatlah mereka yang t'lah membersamai "Masa yang akan datang kewajibanmulah, menjadi tanggunganmu terhadap Nusa" -Alfred Simanjuntak- RJM  Jakarta, 8 September 2016

Sajak Tak Pulang Kampung

Gambar
Kampung berarti kembali Kampung berarti keluarga Kampung berarti rumah Kampung berarti bahagia Negeriku memang berbeda Tak seperti negeri lainnya Yang katanya masyur Yang katanya permai Bagiku itu hanya katanya Negeriku lebih masyur Negeriku lebih permai Tak ada budaya mudik di negeri lain Para perantau Berbondong kala musim itu tiba Menyisihkan materi Mengemas bersiap menuju surga dunia Surga dunia? Ya, aku menyebutnya surga dunia Perjalanan dengan ragam keindahan Menuju tempat beristirahat dari lelah Saat tak pulang kampung Seakan aku tak bisa menari-nari Lelah tetap menjadi lelah Makan tidak bertambah nafsu Mata tetap memandang  yang tak bernyawa Ingin nyawa berada di kampung Walau raga tak berpindah Ingin hati tetap merasakannya Walau kenyataannya tidak Wahai keluargaku di kampung Kutetap bersama kalian Dengan sejuta rindu Dengan segelintir doa RJM Depok, 10 Juli 2016

Anak Pedalaman

Gambar
Pict. from Google Segelintir anak dalam menikmati pagi Menempuh jarak berkilo - kilo Tanpa alas kaki Melewati berbagai aral Hingga sampai di pelabuhan kecil Pelabuhan dengan ukiran kayu sederhana Tempat kami mengenyam rasi Kami selalu memberikan senyuman Kami selalu bahagia  Walau kadang guru tak ada di pelabuhan Sebab guruku begitu rela Tak dibayar tetap mengajar Rela mendidik sampai tersayat Guruku hanya manusia biasa Tapi tak biasa dimata kami Kami sudah bahagia Kami tidak iri dengan anak kota Kami hanya membutuhkan keadilan Kakak - kakak disana seperti disurga Kami berjalan tanpa alas Kakak dengan kendaraan Pelabuhan kami hanya kayu Pelabuhan kakak beton berlantai - lantai Guru kami cuma satu dan jarang dibayar Guru kakak begitu banyak selalu dibayar Kami sudah bahagia kak Tetapi sekali lagi kami butuh keadilan Jangan seolah tak mengerti Jangan seolah tak peduli Kami begitu cinta dengan desa ini Guru kam...

Bahagia

Hidup adalah kisah Kisahku sudah terlukis sejak aku dilahirkan Lukisan itu mungkin kini sudah separuh jalan Selanjutnya aku hanya tinggal merapikannya Sudah terlampaui berbagai rintangan Sudah terlewati berbagai halangan Tidak seperti meriahnya pesta Tidak seperti yang terbayangkan Berbagai luka turut menyertai Entah yang kasat ataupun tidak Berbagai tawapun turut menyertai Entah bahagia ataupun tidak Namun, aku sangat bahagia Bahagia 'kan kisahku selama ini Bersama mereka yang setia disisiku Bersama mereka yang menyertai walau tidak terlihat Berkeluh kesah bersama Tertawa bersama Bercerita bersama Itulah bahagia Sebab bahagia adanya dipikiran Tujuan bukan utama, proses yang utama Jadikan budi pekerti sebagai bahan bakar Kelak bahagia 'kan didapat Bahagia di dunia yang fana ini saja seakan berada disurga-Nya Bagaimana kelak kita bahagia di dunia yang kekal? Depok, 30 April 2016

Pola Hati?

Gambar
Katanya hati tempat merasakan emosi Katanya hati penggerak diri Katanya hati sebuah jembatan Katanya hati adalah cermin Kurasa hati sudah memiki polanya sendiri Kadang pola itu berulang Kadang pola itu bercabang Kadang pola itu tak beraturan Satu dari berbagai ciptaan-Nya yang unik Mudah terbaca namun sulit dipahami Sesekali tinggi sesekali rendah Sesekali kencang sesekali pelan Dapatkah kita mengendalikan polanya? Ataukah ia berpola karena pembiasaan? Atau? Atau? Atau? Sesaat senang kemudian sedih, begitu unik Rasa itu memang tak mudah dipahami Datang tanpa sepengetahuan Datang tanpa sebuah alasan Bahkan sebaliknya Aku adalah penikmat rasa Rasa yang diberikan-Nya Alloh sang pengatur pola terbaik Aku bersyukur dan memupuk harap pada-Nya Aku tak perlu khawatir sebab aku percaya pada-Mu Depok, 15 April 2015

Jarak

Jarak adalah parameter Antara aku dan kau Antara aku dan Dia Antara kau dan Dia Antara kita dan Dia Semoga jarak itu.. Tetap terjaga oleh rindu #SabtuMalamMingguPP .RJM. 2 April 2016

#EuforiaPP

Mataku terpejam dalam Masih terhanyut dalam euforia Mereka berpesan.... Jangan terlalu senang dan larut Lihat sekitar, bersyukur ingatlah Ia Sudah saatnya membuka mata Kembali jajaki jalan kehidupan Menambal hal - hal bolong .RJM. 25 Maret 2016

Hai Sobat

Engkau sang maestro terdekat Engkau sang pencipta tawa Engkau yang memberi tanpa harap balas Engkau yang mendongkrak semangat Aku sangat tak berarti tanpa kau Aku mungkin sudah mati tanpa kau Aku melepas senyum begitu ringan bersama kau Aku tetap gembira kala sedih bersama kau Kau selalu 'hadir' kala aku membutuhkan Kau selalu mendengar kala aku risau Kau selalu mengerti kala aku tak menghampiri Karena kau tahu diriku ini begitu lemah Sobat, dirimu sungguh berbeda Sobat, engkau begitu perkasa Tak sedikit yang letih akan diriku kemudian hilang Tak sedikit yang seketika memandang dengan raut mencekam ketika aku salah Sekali lagi kau berbeda Tetap membersamai Tetap menasihati Tetap bersenda gurau Mungkin, engkau akan tiba pada titik jenuh menghadapiku Mungkin, engkau akan begitu kesal Aku rela kau melupakanku,menghilang dariku serta membenciku Tapi satu pintaku jangan pernah kau melakukannya pada orang tuamu .RJM. 13 Maret 2016

LANGIT

#AkrostikPP Lantas mengapa semua tercipta? Atas dasar sengaja atau tak sengaja? Narasi ini 'kan terus berimbuh Gumam kian hadir di hati Ikram menjadi tanda akan laju ini Tanda syukur yang terlukis dari hati terdalam .RJM. 11 Maret 2016

Negeri Ragam

Gambar
Pict From Google Allah menciptakan makhluk sungguh beragam Ada satu makhluk yang dianggap sempurna Makhluk nyata dapat berbicara dapat berpikir Kita menyebutnya manusia Maha karya ciptaan-Nya sungguh menakjubkan Manusia yang dikatakan sempurna itupun beragam Keragaman seolah melebihi warna yang ada Budaya, karakter, agama dan lainnya Ragam yang ada menimbulkan berbagai pandang Ragam yang ada menimbulkan berbagai sebab Terkadang ragam itu melemahkan Terkadang sebaliknya ragam itu menguatkan Acapkali realita kehidupan silih berganti Terdengar disatu sudut kegaduhan tercipta karena keragaman Disudut lainnya kemeriahan tercipta karena keragaman Tak dapat dipungkiri inilah realita Bersyukur aku terlahir di Negeri yang unik Negeri dengan motto Bhinneka Tunggal Ika Negeri yang begitu beragam Tetapi hingga saat ini masih tetap berdiri tegak Banyak bangsa lain iri terhadap negeriku Berkali - kali mereka mencoba merusak Mencoba mencuri, mencoba mengelabui Memang ...

Pamit

Kita adalah kesatuan yang nyata Hanya segelintir rupanya Hanya 'tuk menyelesaikan sebuah cita Namun, kita tetaplah kesatuan seutuhnya Kerikil tajam hadir tanpa sebuah kabar Namun, disambut dengan sebuah senyum bak bunga yang mekar Hari pergantian itu semakin dekat Tak ada kata yang sanggup terungkap selain maaf dan terima kasih, sobat Pamit bukan berarti hilang, kawan Pamit tak lepas dari berbagai macam sandungan Bersyukur akan nikmat kebersamaan dari-Mu Nikmat yang berbuah akan ilmu Wahai para pengganti Bersiaplah 'tuk lebih baik dari kami Putihkan segala kegemerlapan yang ada Karena harap kita adalah sama Sebuah harap menjadikan pemicu anak bangsa Untuk berbagai impian dari segala angan insan cendikia Selamat berkreasi 'Kan didapat buah ilmu yang tiada terganti MN, 1 Maret 2016

Menjemput Renjana

Ketika renjana hadir Harapku ia tak pernah mangkir Ketika renjana menghampiri Harapku ia tak mengakhiri Kau tahu apa itu renjana? Engkau wahai orangtuaku Engkau wahai sahabatku Engkau wahai yang menyayangiku Engkau wahai yang membenciku Mereka hadir untuk membuatku berpikir Berpikir akan sebuah rasa Dari yang sebelumnya membeku seakan mencair Dari yang sebelumnya dingin seakan menjadi hangat Renjana dapat menjadi sebuah obat Renjana pun dapat menjadi sebuah racun Tinggal aku yang memilih Meracik renjana sebaik - baik atau seburuk - buruk Sebab sebuah renjana... Tidak akan pernah hadir Tidak akan pernah menghampiri Kalau tidak aku yang menjemput renjana itu Renjana itu menguatkan Renjana itu membangkitkan Renjana itu menggairahkan Tidak rasa yang sebaliknya Aku 'kan menjemput renjana Mencoba menjadikannya sebuah obat                         Kalaupun ia menjadi racun 'Kan kujadikan renjana sebaga...